Chapd’s Weblog


dUh…cEnenGnya…..
Juni 26, 2008, 1:51 pm
Filed under: Tak Berkategori

dPt kbR hR niy……diRiQuw bakaLan LbuRan k sUraBaya,,,!!!!!

mmm….sUraBaya,,,gMn ya kBrnya skR ????

i’m cOminG nOw….

LibUran…………aQ datanG !!!!!!



Pengaruh Faktor individu dan Lingkungan Terhadap keputusan Membeli
Juni 25, 2008, 2:43 am
Filed under: Tak Berkategori

Bab 1:

Pendahuluan

A.Latar Belakang masalah

-Siapapun dalam organisasi anda,harus mampu mengambil keputusan yang di dasarkan akan dampaknya bagi konsumen / pelanggan . Pemikiran yang berorientasi pasar dewasa ini sudah merupakan kebutuhan persaingan global . Terlalu banyak barang yang akan di jual namun terlalu sedikit konsumen yang membeli . Akhir2 ini,banyak persediaan baja,alat2 pertanian,suku cadang mobil,masih banyak lagi produk dan jasa lainnya yang melimpah (Philip Kotler,1996,xvi)

a.Pentingnya pembelian(dalam keputusan membeli)

          Kualitas suatu produksi selesai tergantung pada kualitas bahan mentah yang di pergunakan . Jika toleransi yang ketat ditentukan pada suatu produk dengan persyaratan desain,produsen harus mendapatkan bahan dan barang-barang pelengkap yang berkualitas tinggi . Pembelian juga memberikan sumbangan pada operasional yang menguntungkan dengan memastikan bahwa barang2 yang diberikan ketika diperlukan . Aspek lain pembelian yang efektif yaitu menjamin harga yang paling tepat .Penghematan biaya langsung terjadi secara mendasar dan praktik pembelian yang mencari harga terbaik dapat memiliki pengaruh besar pada kesehatan keuangan suatu bisnis(Justin G.Longenecker,dkk,2001,553)

-Kebijakan pembelian dan pengendalian biaya

         Suatu perusahaan kecil dapat meningkatkan efektifitas biaya dari kegiatan pembeliannya dengan mengadopsi kebijakan dan praktik pembelian yang tepat . Melalui keputusan yang berhubungan dengan membuat atau membeli ,outsourching,dan diversifikasi atau pemusatan sumber persediaan,manajemen perusahaan dapat mengoptimalkan laba sekarang atau masa mendatang

b.Gejala / masalah terhadap keputusan membeli yaitu :

-Perbedaan biaya yang mendasar perlu di analisis secara teliti karena penghematan yang sedikit dari keputusan membeli mungkin mempengaruhi laba marginal .

-pemusatan pembelian mungkin menimbulkan potongan kuantitas

c.faktor2 yang ditimbulkan terhadap keputusan membeli,yaitu:

1.Faktor Lingkungan,pembeli industri sangat di pengaruhi oleh faktor2 lingkungan ekonomik saat ini dan yang akan datang,seperti misalnya permintaan primer pandangan ekonomik dan biaya modal .

2.Faktor organisasi,setiap organisasi pembeli memiliki kekhasan dalam tujuan kebijakan,prosedur,struktur organisasi dan sistem

3.Faktor pribadi,Pusat pembelian biasanya terdiri dari beberapa orang dengan kedudukan,wewe nang,empati dan sikap meyakinkan yang berbeda2

4.Faktor perorangan,Setiap orang yang ikut dalam proses keputusan pembelian selalu membawa motivasi,persepsi dan pilihan pribadi masing2

d.Gejala masalah yang ditimbulkan oleh faktor individu:

-Faktor antar pribadi

          Penjual industri mungkin tidak tahu jenis kelompok pembeli yang bagaimana yang terlibat dalam proses pembelian,walaupun informasi apapun yang bisa diperoleh mengenai kepribadian dan faktor antar pribadi mereka pasti akan berguna.

-Faktor perorangan

          Hal ini dipengaruhi oleh usia,tingkat pendapatan,pendidikan,profesionalisme,kepribadian dan sikap masing2 dalam menghadapi resiko

e.Gejala masalah yang ditimbulkan oleh faktor lingkungan:

-Faktor organisasi

Pemasar industri seharusnya mengetahui tujuannya(kebijakan,prosedur,Struktur organisasi dan sistem) tersebut sebaik mungkin

B.Identifikasi masalah

            Di dalam faktor lingkungan ,dalam situasi resesi ekonomi,pembeli industri mengurangi penanaman modalnya pada bangunan,peralatan serta berusaha juga mengurangi persediaan mereka . Walau begitu,kebijakan pemerintah seperti keringanan pajak untuk penanaman modal juga membantu . Faktor lingkungan,organisasi antar pribadi dan perorangan saling mempunyai tujuan yang sama terhadap keputusan pembelian yaitu dengan mendatangkan hasil / laba yang maksimal . Keputusan membuat atau membeli sebaiknya didasarkan pada biaya jangka panjang dan optimalisasi laba,ketika hal tersebut mungkin mahal untuk di putar balikkan . Membeli barang atau jasa dari perusahaan bisnis lain dikenal sebagai outsourching . Bila pembeli industri mengambil keputusan untuk membeli,maka mereka akan di pengaruhi oleh banyak faktor . Menurut beberapa pemasar,pengaruh yang terpenting adalah faktor ekonomik . Pembeli lebih banyak yang memilih pemasok yang menawarkan harga terendah ,produk terbaik atau yang jenis pelayanannya yang terbanyak . Hal ini mendorong kalangan pemasar industri,agar banyak memusatkan manfaat ekonomis yang terbesar pada para konsumen . Selain itu ada juga pemasar yang menganggap konsumen lebih terpengaruh pada faktor2 pribadi misalnya kebaikan hati,perhatian . Bahkan suatu penelitian terhadap keputusan pembelian dari 10 perusahaan besar menyimpulkan bahwa :

“pengambilan keputusan perusahaan tetap saja bersifat manusiawi begitu mereka memasuki kantor . Mereka memperhatikan ciri : mereka membeli dari perusahaan yang mereka rasakan “dekat”(Philip Kotler,1996,284) .”

C.Batasan masalah dan Rumusan masalah

a.Batasan masalah

-Faktor apa sajakah yang mempengaruhi faktor individu dan lingkungan terhadap keputusan membeli?

-Dimanakah lokasi penelitian yang tepat dalam menentukan faktor individu dan lingkungan terhadap keputusan pembelian? Siapa objek yang tepat untuk penelitian ini dan di perusahaan manakah yang cocok?

 b.Rumusan masalah

-Apakah pengaruh faktor individu terhadap kakeputusan membeli?

-Apakah perbedaan atau hubungan dari faktor individu terhadap keputusan membeli?

-Apa perbedaan atau hubungan dari faktor individu terhadap keputusan membeli?

-Apa perbedaan atau hubungan dari faktor lingkungan terhadap keputusan membeli?

-Apa hubungan dari faktor individu dan faktor lingkungan terhadap keputusan membeli?

D.Tujuan Penelitian

          Penelitian ini merupakan studi yang menguji tentang pengaruh faktor2 perilaku konsumen yang terdiri dari bauran pemasaran(product,price,promotion,personal traits places,procces,physical evidence),individu konsumen(motivasi,persepsi,sikap,pembelajaran),dan pengaruh lingkungan (budaya,kelas sosial,kelompok acuan) terhadap keputusan membeli baik secara simultan maupun parsial ,serta mempengaruhi variabel perilaku konsumen yang mempengaruhi dominan terhadap keputusan membeli . Hasil analisis manunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan baik secara simultan maupun secara parsial antara variabel2 bauran pemasaran(product,price,promotion,personal traits places,procces)individu konsumen(motivasi,persepsi) dan pengaruh lingkungan (budaya,kelompok,acuan) terhadap keputusan pembelian . Variabel dominan dalam penetian ini adalah price yang mempengaruhi keputusan membeli .

          Manfaatnya,jika sudah dilakukan penelitian maka kita akan mengetahui bagaimana faktor yang sesungguhnya mempengaruhi dari individu dan lingkungan terhadap keputusan membeli . Harga yang sesungguhnya memiliki nilai penting dalam keputusan pembelian terhadap suatu produk . Di harapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak manajemen perusahaan dalam menentukan keputusan pembelian bagi individu dan lingkungan sehingga menguntungkan kedua belah pihak,tidak hanya sebelah pihak .



CURANG
Juni 25, 2008, 1:22 am
Filed under: Tak Berkategori

maNa pRnH aq minta pada

tUhan unTuk jaTuH cinTa…

SebenTaR gEmbiRa bUkan kePaLanG,

LaLu tiBa” sEdiHnya sEteNgaH maTi…

aRrrrrGGGgggggHHHHhhh……

BeneR2 sIntInG daN mErePoTkan…’

taOi..

dEmi kaMu..

Aq rELa

sinTinG daN kErepOtan..

mEnGaPa kaMu taK biSa

LakuKan haL seRuPa???

dEmi aQ,

kamU taK maU !!!!!

MemanG km….

“cUraaaaaAnnnGGggggg”



Arti Cinta
Juni 25, 2008, 1:17 am
Filed under: Tak Berkategori

Cinta…

Di saat ku begiTu raPuh……

BegitU naiF..

DaLam usiaku kiNi

adaLaH

SebuaH pErtanda isYaraT..

Bahwa ku tLaH bErubaH

m’jd s’oRanG GadiS

yanG dEwasa..

kEtiKa m’haDaPimu..

baGaiKan….

mUsikuS bUtuH Nada..

PRofesoR bUtuH bUku..

Harry pOttEr buTuH TonGkaT siHir..

ManuSia bUtuH aiR,,

BUrUnG bUtuH sanGkaRnya..

sEpERti…

AQu bUtuH kaMu

n aKu bUtuH cintaMu 



mmmmmmm
Juni 25, 2008, 1:12 am
Filed under: Tak Berkategori

ujian lg niy….

 

dOakan saya ya…sUpaya bErhasil lg x niy !!!!!!!



Pengaruh faktor Individu dan Lingkungan Terhadap keputusan Membeli
Juni 25, 2008, 1:10 am
Filed under: Tak Berkategori

Bab 2:

Pendahuluan

A.Kajian Teori

a.Proses Pengambilan keputusan membeli

-arti pentingnya keputusan pembelian serta manfaatnya

-faktor2 yang mempengaruhi keputusan pembelian

-indikator keputusan pembelian

b.Pengertian faktor individu terhadap keputusan membeli

-faktor2 yang mempengaruhi faktor individu terhadap keputusan membeli

-indikator faktor individu terhadap keputusan pembelian

c.Pengertian faktor lingkungan terhadap keputusan membeli

-arti pentingnya faktor lingkungan terhadap keputusan pembelian

-faktor2 yang mempengaruhi faktor lingkungan terhadap keputusan membeli

-indikator faktor lingkungan terhadap keputusan pembelian

 

B.Kerangka Konseptual

a.Hubungan pengaruh faktor individu terhadap keputusan pembelian

b.Hubungan faktor lingkungan terhadap keputusan pembelian

c.Hubungan pengaruh faktor individu dan lingkungan terhadap keputusan pembelian

C.Hipotesis

 



PENGARUH FAKTOR INDIVIDU DAN LINGKUNGAN TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI
Juni 25, 2008, 1:00 am
Filed under: Tak Berkategori

          

            

 

           PENGARUH FAKTOR INDIVIDU DAN LINGKUNGAN

                                                              TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI

 

 

 

Bab 3 : Pendahuluan

A.Definisi Operasional

            A.1. Dalam bab ini membahas tentang definisi operasional terhadap keputusan membeli . Keputusan membeli itu berarti memutuskan sesuatu hal tertentu yang bermanfaat untuk diri kita dan ada kegunaannya . Sebuah keputusan itu menjadi faktor utama dan terpenting dalam menjalankan suatu usaha misalnya . Karena proses  pengambilan keputusan yang di gunakan seorang konsumen itu ketika melakukan pembelian bervariasi . Proses ini dapat di kelompokan menjadi 3 kategori menurut :

1. Apakah konsumen memiliki tingkat keterlibatan produk yang tinggi atau rendah

2. Apakah konsumen terlibat dalam pencarian informasi dan evaluasi merek-merek alternative

    Secara mendalam atau melakukan penggambilan keputusan secara rutin.

3.Apakah konsumen selektif  dalam melakukan pencarian informasi dan tahu apa masalah dalam

   Melakukan keputusan pembelian.

 

Keputusan pembelian dimulai saat mengenali masalah atau kebutuhan dan konsumen yang tergugah kebutuhannya akan mendorong untuk mencari informasi yang lebih banyak misalnya dari keluarga,tetangga(sumber pribadi),teman atau sumber komersial misalnya iklan,wiraniaga,penyalur dan kemasan,dll . Dari sumber pengalaman yaitu : penanganan,pengkajian,dan pemakaian produk . Dalam tahap evaluasi ,konsumen membentuk preferensi atas merk-merk dalam kumpulan pilihan . Konsumen juga mungkin membentuk niat untuk membeli produk yang paling di sukai dan model-model terbaru memandang proses evaluasi konsumen sebagai proses yang berorientasi kognitif .

 

 A.2. Definisi Operasional faktor individu

            Dalam bab ini membahas tentang definisi operasional pengaruh faktor individu . Dalam hal ini ,diri kita sendirilah yang bias menentukan dan memilih dalam memberi keputusan . Jasi,kita harus tahu terlebih dahulu,apa tujuan dan masalah dalam membuat keputusan tersebut . Salah satunya,kita harus rajin mencari informasi,agar dapat membandingkan berbagai pilihan dan bisa memilih suatu keputusan dengan tepat . Informasi bernilai bagi konsumen karena keluasannya membantu membuat keputusan pembelian yang lebih memuaskan dan menghindari konsekuensi negative sehubungan dengan pengambilan keputusan yang buruk . Jadi,konsumen bersedia memberi nilai yang lebih tinggi dan melakukan pencarian yang lebih banyak informasi apabila pembelian merupakan hal yang penting .

            Pentingnya pembelian bagi individu bersumber dari :

a.kuatnya kebutuhan seseorang akan produk

b.keterlibatan ego seseorang terhadap produk

c.kerasnya konsekuensi social dan keuangan dari pengambilan keputusan yang buruk

 

 A.3.Definisi Operasional Faktor Lingkungan

            Informasi dan tekanan social atau lingkungan mempengaruhi kebutuhan,keinginan,evaluasi,dan preferensi produk atau merk knsumen . Pengaruh lingkungan terutama muncul ketika konsumen membeli barang atau jasa yang secara sosial dianggap memiliki keterlibatan tinggi . Pengaruh lingkungan yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen mencakup kebudayaan,sub kebudayaan,kelas sosial, kelompok referensi,dan keluarga . Dalam hal pengambilan keputusan,di dalam menentukan sasaran mungkin kelompok yang lebih baik dan lebih unggul karena lebih besarnya informasi yang tersedia dalam lingkungan ( seperti budaya dan keluarga ) .

 

 

B.Tempat dan Waktu penelitian

            Penelitian mengenai perumusan dan pelaksanaan terhadap faktor lingkungan kepada konsumen akhir dilakukan pada bulan Maret 2008 sampai Juni 2008

Schedule peneliti

 

 

Bulan

No.

Kegiatan

      Maret

     April

     Mei

      Juni

1

Pengajuan Judul

//////////////////

 

 

 

2

Riset awal

/////////////////

 

 

 

3

Penyusunan proposal

 

//////////////////

 

 

4

Pengumpulan data

 

 

//////////////////

 

5

Analisis data

 

 

 

//////////////////

6

Penulisan laporan

 

 

 

/////////////////

 

 

C.Populasi dan Sampel

            A,1.Populasi

                 Populasi dalah himpunan yang lengkap dari suatu satuan atau individu – individu yang karakteristiknya ingin kita ketahui populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan / konsumen di daerah krakatau yang berjumlah 100 orang .

            A.2.Sampel

                 Sampel adalah sebagian anggota populasi yang memberikan keterangan atau data yang diperlukan dalam suatu penelitian . Tekhnik penarikan sample dengan menggunakan table penentuan jumlah sample dari Isac dan Michel dengan taraf kesalahan 5% . Jadi untuk populasi 100 orang maka sampelnya sebanyak 90 orang .

 

 

D.Teknik Pengumpulan Data

               Dalam pengumpulan data,prosedur pengumpulan data di usahakan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam menganalisis meliputi :

1.Instrumen angket/kuisioner yang berkaitan dengan keputusan membeli ,individu dan lingkungan yang di tunjukkan kepada keputusan membeli produk di daerah krakatau Medan . Pertanyaan yang terdiri dari variabel individu(X1),3 butir pertanyaan,variabel lingkungan(X2),3 butir pertanyaan dan variabel kepuasan pelanggan(Y),4 butir pertanyaan . Untuk semua variabel penelitian menggunakan skala likert dengan bentuk dimana pertanyaan mempunyai 4 opsi jawaban yaitu :

1.Sangat setuju

2.Setuju

3.Tidak setuju

4.Sangat tidak setuju

            Selanjutnya angket di uji dengan kelayakannya dengan uji validitas dan reabilitas .

           

            Pengujian validitas dapat menggunakan 2 cara :

 

a.validitas isi (Content Validity)

 

            Pengujian validitas isi tidak menggunakan alat statistik apapun . Validitas ini merupakan validitas yang di estimasikan lewat pengujian terhadap isi tes / instrument dengan analisis rasional atau lewat pertimbangan ahli,fungsinya untuk mengetahui item-item dalam instrument keseluruhan wawasan isi objek yang hendak di ukurnya dengan kata lain untuk melihat apakah isi dari instrument sudah benar-benar mewakili suatu konsep dari variable yang hendak di ukur .

 

b.validitas konstruk (Contract validity )

            Validitas konstruk adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauh mana tes mengungkap suatu triat atau konstruk teoritik yang hendak di ukurnya

 

            Dalam penelitian ini pengujiannya validitas konstruk dilakukan dengan cara mengkolerasi skor tiap item pertanyaan angket suatu variable dengan skor total variabelnya . Rumus dasar untuk menguji validitas adalah sebagai berikut :

 

   

keterangan :

 

r           = Koefesien validitas item yang dicari

x          = Skor yang di peroleh subjek dari seluruh item

y          = Skor total yang di peroleh dari subjek dari seluruh item

∑x        = jumlah skor dalam distribusi x

∑y        = jumlah skor dalam distribusi y

x²       = Jumlah kuadrat skor dalam distribusi x

y²       = Jumlah kuadrat skor dalam distribusi y

N         = Keputusan Membeli

 

II.Reabilitas instrument

            Melakukan uji reabilitas untuk menguji Kehandalan atau kepercayaan alat pengungkup dari data.dengan diperolehnya nilai R dari uji validitasi yang menunjukkan hasil indeks korelasi yang menyatakan ada atau tidaknya hubungan antara 2 belahan instrument – rumus2 untuk menghitung koefesien reliabilitas instrument dengan mebggunakan cronbach alpha adalah sebagai berikut:

 

R=

 

 

Keterangan : r = Koefesien reliabilitas instrument (cronbach alpha)

                     K = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

                  ∑O²=Total varians butir

                   O² = Total varians

 

E.Tekhnik Analisis Data

            Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan spesivikasi sebagai berikut.:

 

1.Mengujian masalah deskriptif.

            Anlisis data  deskriptif adalah untuk menguji secara mandiri kualitas masing-masing variabel penilitian yakni keputusan membeli pada faktor individu dan lingkungan,teknik statistik yang digunakan untuk adalah table table,frekuensi guna melihat sebaran / distribusi jawaban responden terhadap item item instrument untuk masing masing variabel.

 

Opsi Jawaban

Frekuensi

Persentase

Sangat setuju

 

 

Setuju

 

 

Ragu-ragu

 

 

Tidak setuju

 

 

Sangat setuju

 

 

 

                                                                                     

 

 

 

 

 

 

2. Pengujian masalah Asosiatif

 

             Analisis data asosiatif di gunakan agar dapat dilakukan pengujian hipotesis penelitian yang akan di kemukakan sebelumnya.Tekhnik statis yang digunakan adalah Korelasi berganda (MULTIPLE CORELATION) yakni untuk menguji hubungan.pengaruh indvidu & lingkungan terhadap  keputusan membeli.

 

Rumus Korelasi Berganda :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan :

 

R =  Koefesien relasi Suatu item instrument variabel dengan total

X = Skor-Skor suatu item instrument Variabel

Y = Skor Skor instrument variabel

 

Untuk menguji Hipotesis,yakni Sidnifikan atau tidak hubungan,Pengaruh individu dan Lingkungan Terhadap keputusan pembeli di gunakan Rumus sebagai Berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dimana : r =Korelasi yang Ditemukan

              X = Jumlah Sampel

              T = T hitung selanjutnya di konsultasikan dengan T tabung.

 

Kriteria penerimaan atau penolakan,,Hipotesis adlah Sebagai Berikut :

 

Jika nilai F tabel <F hitung < F tabel,maka terima HO

 

Jika nilai F tabel <F hitung < F tabel,maka tolak HO

 

 

Daftar Pustaka :

 

-Kotler,P.dan Susanto,A.B,2000.Manajemen pemasaran di Indonesia,Jakarta:246

-Kotler,P.1996.284

-Longenecker.G.Justin,dkk,2001:553

-Gibson,dkk,1996.Organisasi jilid 2,edisi kelima.

-Kotler dan Amstrong,2001.Dasar-dasar pemasaran jilid 1,Edisi kesembilan

-Kotler,P.,2000.Manajemen Pemasaran edisi millennium 1:204

 

 

 

 

 



caPe’ dEh
April 22, 2008, 1:26 pm
Filed under: Tak Berkategori

sEkian dL iaH cRiTa daRi ku….bYe



UJAN,BECEK,GAQ DA BECAK
April 22, 2008, 1:22 pm
Filed under: Tak Berkategori

Hr ujian yg k_2 niy….da cRiTa yG Lbh seRu lg….

Dari cRiTa yG sbLm_nya…

d haRi yG sanGaT dinGin mEncEkam sPt dicKy aRisiKam…(nama PDKT_an ku niy)

nYambunG kan bo’…hehehehhe

hR niy haRuS dTg k kmPuz tUk ujian ,kEbeTuLan masUk sianK….

ternyaTa ujan gaQ da hEnTi”nya….

di tamBaH banjiR d sUaTu t4 daEraH kamPuz dIski(nama n t4 saYa raHasiaKan n disaMaRkan)….

taKuT da yG tersingGunG jika bErada d kaWasaN raWan banjiR tsb…..

uPz…canDa x….

saya d jEmpuT ma sObaT n kmi pErgi barEnG k kmPuz….

dGn gaYa yG paStinya udH amBUraduL…..

sTyLe sEpaTu basaH,(akiBaT kEna bEceK ),ceLaNa menGuaP n kuYuP(akiBaT kEciPraT ma anGkoT yG taK bermoRaL),

mana td pEgi gaQ da bEcaK lg…cOba da bEcaK paSti aman” ja…..

n paSTi gaQ teLaT kRn haRus macEt d PersimPanGan daERah raWan banjIr….

uPz…..

mana td tELat,saLaH LOkaL,kEpedean puLa’ td maSuk k LokaL orG….

dUh…bnR” aPes niy….

sPt kt cinTa LauRa(seCaRa saya niy adK tiRi yG gaQ d anGGaP lg ma dia…heheheheh)

mana ujan,bEcEk,..gaQ da bEcaK,teLaT,saLah LokaL puLa’

(lenGkaP LHa sdH penDeritaan niy….)

huhuuuuh…..

sUaTu pERisTiwa yG tdK panTes uTk d tiRu ya……hehhehehe



TUGAS KELOMPOK: KEL 5
April 22, 2008, 12:58 pm
Filed under: Tak Berkategori

Motivasi Mahasiswa Menggunakan Friendster dan Pengaruhnya Terhadap berinternet dikalangan mahasiswa

Bab I

Pendahuluan
1. Latar Belakang

I.  Apa itu Friendster ?

Sebelumnya, mari kita lihat apa itu Friendster. Agar tulisan sejarah lebih terlihat asli, maka saya membawakannya secara copy-paste:

“With more than 50 million members worldwide, Friendster is a leading global online social network. Friendster is focused on helping people stay in touch with friends and discover new people and things that are important to them. Online adults, 18 and up, choose Friendster to connect with friends, family, school, groups, activities and interests. Friendster prides itself in delivering a clean, user-friendly and interactive environment where users can easily connect with anyone around the world. Friendster has a growing portfolio of patents granted to the company on social networking.

Headquartered in San Francisco, California, Friendster is backed by Kleiner Perkins Caufield & Byers, Benchmark Capital, DAG Ventures and individual investors.

The Fellow :
Kent Lindstrom, President
Aaron Barnes, Vice President of Sales & Business Development
Chander Sarna, Senior Vice President of Engineering, Operations and Product
David Jones, Vice President of Marketing” 

II. Siapakah Generasi Friendster itu ?

Tak lain dan tak bukan adalah para pemakai situs pencari teman itu sendiri. Namun tidaklah semua pengguna Friendster adalah Generasi yang harus dienyahkan. Bahkan beberapa pengguna adalah kandidat Revolusioner Negeri yang ternyata tidaklah menganggap Friendster sebagai suatu prioritas penting. Tentunya teramat tidak bijak apabila kita menggeneralisir terlalu cepat. Mengenyahkan berbagai aspek dalam situs tersebut tanpa melihat sisi lebihnya, apalagi hanya sekedar “Say No !” terhadapnya. Terlebih dahulu, kita harus mengetahui apa yang tidak beres dari pengguna situs tersebut. Dalam hal ini, ciri – cirinya.

II.I. Gejala Satu : Friendster sebagai Prioritas

Sebelum melangkah lebih jauh, baiknya kita mengetahui dulu perilaku pengguna Internet.

Apakah anda termasuk orang yang memberi keleluasaan seratus persen terhadap suatu hal (Dalam hal ini, ketika anda berinternet) ? Dalam kata lain, anda siap mengerjakan sesuatu secara paksa demi keberlangsungan hal tersebut ? Siap menangis berliter – liter ketika hal tersebut hilang dari gapaian anda ? Siap untuk membela mati – matian apabila hal tersebut akan direbut dari anda. Apabila iya, anda termasuk golongan pertama.

Apakah anda adalah orang yang memberi keseimbangan terhadap apa yang anda lakukan ? Sebagai contoh, anda mengunjungi suatu tempat dengan label “fanatik” di kepala anda (Tak lain anda adalah pengunjung setia tempat tersebut, menganggapnya sebagai suatu hobi), tatkala anda pun mengerjakan hal lain yang sama gunanya. Contoh kasar lainnya dalam Internet Browsing (dan dalam kasus ini) adalah membuka Wikipedia dan juga Friendster. Di satu sisi, anda membuka Friendster demi meng-upload berpuluh – puluh foto yang bersarang di dokumen anda. Di sisi yang lain, anda menggunakan Wikipedia untuk mencari perihal – perihal baru yang, mungkin belum anda ketahui. Apabila anda adalah orangnya, maka anda termasuk kedalam golongan kedua.

Apakah anda seorang yang plin – plan ? Dalam artian bahwa anda adalah orang yang selalu berubah pendiriannya setiap saat ? Dalam contoh yang diberikan di sini, anda tidak tahu apa yang harus anda buka ketika berselancar didalam internet. Sehingga pilihan selalu jatuh ke dalam nama – nama yang besar macam “Google” ataupun “Yahoo!” untuk sekedar mencari apa yang sebenarnya anda tidak butuhkan. Selamat, anda masuk golongan ketiga.

Ya, ada tiga. Dan Generasi Friendster termasuk golongan yang pertama. Meski lebih terlihat sebagai Fanatik daripada Pro-Friendster, namun metode mereka dalam mengaksesnya seringkali menjadi sebuah stereotip.

Menurut Kaca Mata pengalaman saya, kebanyakan muda – mudi yang ‘normal’ itu langsung, dengan serta merta, tanpa kompromi, melakukan hal dibawah ini :

1. Mengetikkan URL tersebut (Friendster) di halaman tab mereka,
2. Login,
3. Melakukan beberapa hal yang menjadi fitur Friendster (Memberi Testimonial/Comment, Mengedit Profile (syukur – syukur bisa HTML/CSS), dan lainnya),
4. Logout.

Lucu ? Bahkan anda harus ketahui bahwa sirkulasi tersebut dapat terjadi berulang – ulang dalam satu bulan, misalnya. Kecuali ada yang menimpa hidup sang pelaku. Misalnya Akun FS-nya kena deface ataupun ada seseorang yang mengutak – atiknya. Maka sirkulasi akan berangsur – angsur berhenti.

Itupun masih antara satu diantara 3 kemungkinan yang ada. Bisa saja dia memiliki Backup Data sehingga bisa kembali normal. Ataupun sekedar membuat akun baru.

Sayangnya, hal tersebut (kebanyakan) hanya terjadi di dalam dunia itu saja. Prioritas tidak akan terjadi di mata anak muda itu ketika dia kehilangan akun WordPress-nya. Atau akun Wikipedia-nya. Atau yang lainnya

…Aneh.

II.II. Gejala Dua : Membuang hal lain yang tidak senada

Tentu anda sudah membaca Bagian Pertama. Sekiranya anda harus mengetahui apa kelanjutan dari gejala ini.

Kenapa ? Karena ini akan membedakan antara anda yang asli dengan orang yang sudah terkena penyakit tersebut.

Ketika ‘penyakit’ tersebut sudah mulai memasuki ‘stadium lanjut’, maka perilaku orang tersebut juga akan berubah. Dimulai dari sisi fanatisme akan situs tersebut kian naik. Lalu memvonis situs – situs berwawasan dengan cap ‘udik nan katro’. Kemudian, menjadi sikap chauvinisme yang berlebihan akan merambah kedalam gaya hidupnya, karena didukung oleh lingkungan sekitar dan ‘teman – temannya’. Mereka – mereka ini akan mulai merambah HP berkamera demi lembaran foto – foto digital yang sudinya akan ditempatkan di suatu keranjang foto di dalam situs tersebut.

Di sisi lain, mereka yang terkena pengaruhnya akan mengalami berbagai kebosanan, sehingga mereka akan menduplikasi profil diri di dalam situs lain yang senada (Introducing MySpace, Live Connector, Temanster, etc.). Adapun kehidupan menulis komentar di dalamnya akan berbuah lanjut kedalam pembuatan blog untuk menulis keseharian mereka.

II.II. Gejala Tiga : Paham Friendster-isme

Fanatisme yang naik akan perihal ini tentunya akan berbuah lagi. Ya, kemungkinan besar Friendster telah dijadikan tolak ukur, atau malah standar baru bagi orang yang memiliki eksistensi dan ingin dicap sebagai “funky”, “gaul”, ataupun “up-to-date“. Tak jarang pula, dalam dunia komunikasi sekejap (Baca: Chatting), alamat URL daripada profil mereka seringkali ditanyakan oleh kedua belah pihak. Namun, seakan – akan hal tersebut menjadi sebuah kewajiban. Ketika orang yang jujur mengatakan dia tidak memiliki satu, maka dia pun acapkali dicap sebagai ‘udik nan katro’. Tidakkah kalian merasa ada yang aneh ?

Mengapa tingginya ‘derajat’ seseorang (Dalam hal ini digeneralisir sebagai remaja) malah dilihat dari banyaknya Comment ataupun Testimonial yang mereka miliki ? Apakah orang yang memiliki berpuluh – puluh halaman pada ‘Friend List‘ begitu terhormatnya, dibandingkan dengan orang yang jujur diatas ?

Begitulah sebuah potret kehidupan remaja saat ini. Mungkin Friendster bukanlah pembodohan massal bagi remaja – remaja Indonesia, namun hanyalah penyalahgunaan sumber daya dengan skala besar.

(Sebagai tambahan, adapun kelakuan dan bahasa yang diadaptasi di dunia FS itu seringkali dibawa – bawa sampai ke dunia lain. Blog, misalnya. Mengapa saya tidak mempermasalahkan hal ini ? Karena ini bukanlah suatu kesalahan yang mesti diurus – urus. Namun dilihat dari kacamata logika dan norma versi saya, hal tersebut ternyata tidak cocok.)

III. Mengapa Generasi Friendster Saja yang harus Dilibas ?

Ketika anda sampai di poin ini, tentunya anda akan berpikir: “Kalau sudah melakukan sampai sejauh ini, harusnya penulis juga sudah sangat anti terhadap Friendster ? Kiranya penulis tidak mungkin memiliki satupun akun ataupun hal yang berbau FS itu. Benar ?” Maaf, untuk hal yang satu itu, saya kira anda salah. Saya punya 3 akun di sana.

Dan mungkin anda akan melakukan beberapa hal yang senada di bawah:

1. Anda akan langsung mengkafiri saya, mengecap saya sebagai tukang mbacotTM yang memiliki standar ganda. Lalu Blog ini langsung anda blacklist, lalu anda minta kepada salah satu petinggi agar tempat ini diharamkan dari dunia WordPress. (Eh, tunggu, tunggu. Bukannya saya sudah diharamkan ? )

2. Mengejak – ejek di dalam hati, mengumpat – ngumpat dengan bibir yang komat – kamit. Lalu berkomentar bernada sinis, lengkap dengan atribut seorang anonim yaitu tanpa URL. Seharusnya anda cukup muda untuk melakukan itu

3. Tersenyum puas. Merasa sudah menang perang.

Hohoho, maaf. Anda sudah menggeneralisasi terlalu cepat.

Baiklah, begini.

Pertama, seperti apa yang saya kemukakan sebelumnya bahwa kita tidak mungkin, atau bahkan, tidak perlu menghancurkan situs tersebut. Karena sebenarnya masih banyak orang baik yang kebetulan menggunakan fasilitas Friendster. Dan beberapa diantaranya adalah pemimpin ataupun para revolusioner negeri yang memiliki kemungkinan cukup besar untuk merubah tanah air ini. Menghancurkan Friendster secara keseluruhan sama saja dengan bunuh diri. Lagipula, apabila ditilik, ternyata ada lebih banyak komunitas yang memiliki predikat lebih pantas untuk dihancurkan. Cukup merombak ulang Generasi Friendster-nya saja.

Kedua, perilaku Generasi Friendster ini tidak dapat ditolerir dalam beberapa aspek, meski apabila dilihat lebih lanjut, masih berskala kecil. Misalnya distorsi bahasa yang menghilangkan mentah – mentah keragaman dan keselarasan Bahasa Indonesia. Ataupun perilaku merendahkan orang – orang yang tidak masuk kedalam mayoritas mereka.

Ketiga, Generasi Friendster (kebanyakan) adalah Generasi yang sudah menganut globalisme. Hal ini sudah dapat terlihat dari perilaku – perilakunya. Sayangnya, globalisme tidak selamanya positif, sehingga apabila diteruskan, Generasi penerus Indonesia tidak jauh ubahnya dengan anak – anak muda di daerah Barat sana, yang (katanya) Individualis itu. Saya pribadi tidak menginginkan perilaku anak bangsa yang dibuat – buat dan hancur seperti itu.

Keempat, Saya takutkan Generasi seperti ini hanya akan melihat sesuatu daripada fisiknya saja. Hal ini tentu saja dapat meinbulkan apa yang dimaksud daripada kesenjangan sosial antara manusia. Terkadang, lelaki itu hanya melihat sesuatu dari cantiknya saja, maka tak aneh apabila kebanyakan dari mereka hanya akan melihat cinta dari satu sisi saja. Ibarat pelajar pemenang Olimpiade SAINS yang ternyata memiliki perilaku membuang sampah sembarangan dan sering membuang – buang kertas, tidak lebih baik daripada anak lugun bertitel pecundang, yang berperilaku sebaliknya.

Saya kira tidak perlu mempermasalahkan soal alasan lagi, toh ? Maka..

IV. Banner

Large Size (170×68 px, 14,7 kB)

 

Small Size (10×30 px, 10,3 kB)

Saya kira ketika anda mencapai tahap ini, anda sudah mengerti keseluruhan artikel ini secara keseluruhan, sehingga saya tentu berharap apabila anda setuju dengannya. Berbeda dengan propaganda – propaganda sebelumnya yang terkadang tidak menyertakan banner seperti diatas, maksud saya dalam membuat artikel seperti ini bukanlah satir maupun dibuat – buat, sehingga apa yang saya tulis diatas benar adanya. Maka perlulah suatu pembuktian dengan pembuatan benda berekstensi .PNG dan .JPG tersebut. Banner ini gratis, tidak dipungut biaya terkecuali apabila anda sudi memberikannya tanpa maksud kepada saya.

Tentunya apabila anda menggunakan banner diatas merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi saya.

 

Era globalisasi informasi yang disertai dengan pesatnya perkembangan teknologi, berdampak pada semakin cepatnya terjadi perubahan pada lingkungan remaja pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya. Keadaan ini pun menjadikan para mahasiswa sekarang menjadi lebih kreatif dalam mencari ide-ide baru dalam rangka membangun rasa percaya diri dalam bergaul dengan teman di sekitar kampus, tempat tinggal, maupun teman dari daerah yang sebelumnya sama sekali tidak pernah dikunjunginya. Hal ini mungkin terjadi pada masa sekarang karena perkembangan teknologi sudah sangat maju, apalagi sekarang sudah ada fasilitas yang memungkinkan semua itu dilakukan hanya dengan menggunakan sarana komputer dan akses internet, fasilitas itu dinamakan friendster.

Namun tak dapat pula dipungkiri bahwa kemajuan teknologi ini juga membawa efek yang negatif bagi beberapa penggunanya yang tentu saja dapat merusak kepribadian seseorang, belum banyak penelitian yang menunjukkan efek negatif dari penggunaan friendster ini karena sifatnya yang lebih mengacu pada dukungan dalam pergaulan di dunia maya. Namun jika diperhatikan secara seksama banyak dari mereka menggunakan friendster karena alasan ingin mempunyai banyak teman yang lebih didasari atas gengsi pada temannya yang lain, artinya mereka akan jauh lebih percaya diri dalam bergaul jika terdaftar sebagai anggota friendster. Maka dari itu perlu diteliti faktor apa saja yang menjadi dasar para pengguna jasa ini menggunakan friendster.

2. Identifikasi Masalah

Perubahan tingkah laku para pengguna friendster bisa disebabkan oleh banyak faktor, diantara sekian banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain karena :

Pola bergaul yang tidak baik

Motivasi menggunakan friendster

Terlibat pergaulan bebas

Dari ketiga faktor diatas, dua diantaranya adalah faktor yang sangat mempengaruhi dalam mengubah tingkah laku seorang mahasiswa setelah dalam jangka waktu tertentu menggunakan friendster, gejala-gejala masalah yang dapat di identifikasi dari ketiga masalah tersebut adalah :

Perubahan perilaku, pada hakikatnya hal ini terjadi karena perubahan pola hidup yang mengarah pada satu titik yaitu itu baik ataupun buruk, ini bisa saja disebabkan karena faktor lingkungan, kebiasaan yang mulai berubah, ataupun pola pikir seseorang.

Motivasi menggunakan friendster, hal ini dapat diasumsikan sebagai faktor yang mendasari penggunaan friendster itu sendiri, apakah seseorang ingin menggunakannya untuk mencari lebih banyak teman ataukah ingin menggunakannya sebagai kegiatan pengisi waktu luang saja.

Terlibat pergaulan bebas, pada poin ini sudah dapat diketahui faktor yang bisa mengubah perilaku seorang pengguna friendster, harus diingat bahwa segala sesuatu di internet memiliki ilmu surga dan juga ilmu neraka, jika saja pengguna friendster tidak bisa menjaga diri dari pergaulan dengan teman baru yang biasa bergaul bebas dengan teman sebayanya tentu saja dapat dipastikan penggunanya dapat terjebak dalam tingkah laku yang kelak akan merugikan dirinya sendiri.

3. Batasan Masalah

Mengacu pada identifikasi masalah sebelumnya, penelitian ini hanya melingkupi motivasi berfriendster dan terlibat pergaulan bebas. Pada poin motivasi berfriendster hanya akan dibahas mengenai alasan yang mendasari seseorang menggunakan fasilitas ini, dan pada poin terlibat pergaulan bebas akan dibahas mengenai alasan kenapa seseorang bisa terjebak dalam perilaku ini. Sedangkan responden penelitian akan difokuskan pada mahasiswa yang berada di lingkungan kampus saja.

4. Rumusan Masalah

Bagaimana tingkat motivasi menggunakan friendster dikalangan mahasiswa?

Bagaimana tingkat pergaulan bebas dikalangan mahasiswa?

Bagaimana hubungan tingkat motivasi dan tingkat pergaulan bebas dengan perubahan tingkah laku mahasiswa?

5. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain adalah :

Membahas motivasi menggunakan friendster dikalangan mahasiswa

Membahas tingkat pergaulan bebas dikalangan mahasiswa

Membahas hubungan motivasi menggunakan friendster dan tingkat pergaulan bebas dengan perubahan tingkah laku mahasiswa

6. Manfaat Penelitian

Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi para peneliti yang mungkin akan mengambil tema yang sama. Serta bagi para pembaca diharapkan dapat menjadi masukan yang positif agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan sekarang yang memang menuntut keahlian dan pengetahuan di bidang iptek agar tidak terjerumus pada perubahan perilaku yang tidak baik.

 




Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai